UNSUR N BAGI TANAMAN
Unsur nitrogen (N) sangat penting bagi tanaman karena merupakan komponen utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah peran utama nitrogen bagi tanaman:
Pembentukan Protein: Nitrogen adalah bagian esensial dari asam amino, yang merupakan dasar dari protein. Protein ini penting untuk struktur dan fungsi sel tanaman.
Pembentukan Klorofil: Nitrogen berperan dalam pembentukan klorofil, pigmen hijau yang penting untuk fotosintesis. Klorofil memungkinkan tanaman menyerap energi dari sinar matahari untuk menghasilkan makanan.
Meningkatkan Pertumbuhan Daun dan Batang: Nitrogen membantu meningkatkan produksi daun dan batang yang sehat dan hijau, yang penting untuk fotosintesis maksimal dan menghasilkan energi.
Perlindungan terhadap Stres: Nitrogen membantu tanaman menjadi lebih tahan terhadap berbagai jenis stres, seperti serangan hama, penyakit, dan kondisi lingkungan yang tidak ideal.
Pembentukan DNA dan RNA: Nitrogen merupakan komponen utama dari nukleotida, yang membentuk DNA dan RNA, yaitu materi genetik tanaman yang mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan sel.
Mendukung Pembentukan Bunga dan Buah: Walaupun lebih berperan dalam pertumbuhan vegetatif, nitrogen juga mendukung pembentukan bunga dan buah yang optimal dengan menyediakan energi dan protein yang dibutuhkan.
Tanaman memperoleh unsur nitrogen (N) dari berbagai sumber, baik secara alami maupun melalui campur tangan manusia. Berikut adalah beberapa sumber nitrogen bagi tanaman:
Atmosfer: Nitrogen di udara sangat melimpah (sekitar 78% dari atmosfer), tetapi dalam bentuk gas nitrogen (N₂) yang tidak dapat langsung diserap oleh tanaman. Untuk dapat digunakan, gas nitrogen ini harus diubah menjadi bentuk yang bisa diserap, seperti amonium (NH₄⁺) atau nitrat (NO₃⁻), melalui proses yang melibatkan bakteri atau petir.
Fiksasi Nitrogen oleh Bakteri: Beberapa tanaman, terutama tanaman leguminosae (seperti kacang-kacangan), memiliki simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen, seperti Rhizobium. Bakteri ini mengubah nitrogen dari udara menjadi amonia, yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Pupuk Nitrogen: Pupuk sintetis, seperti urea, amonium nitrat, dan amonium sulfat, merupakan sumber nitrogen yang umum digunakan di pertanian. Pupuk ini mudah diserap oleh tanaman dan memberikan nitrogen dalam jumlah yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan.
Penguraian Bahan Organik: Tanah yang kaya bahan organik, seperti sisa tanaman, hewan mati, atau kompos, juga merupakan sumber nitrogen yang baik. Mikroorganisme tanah menguraikan bahan organik ini dan melepaskan nitrogen dalam bentuk yang dapat diserap oleh akar tanaman.
Hujan: Nitrogen dalam bentuk nitrat kadang kala juga terdapat dalam air hujan akibat dari pembentukan nitrat di atmosfer yang terjadi selama petir atau hujan. Meski jumlahnya tidak besar, hujan membawa sejumlah kecil nitrogen ke dalam tanah.
Pengomposan: Kompos yang dibuat dari bahan organik seperti daun, jerami, atau sisa makanan mengandung nitrogen yang akan dilepaskan ke dalam tanah saat kompos tersebut terurai.
Kekurangan nitrogen pada tanaman dapat terlihat dari beberapa tanda khusus. Berikut adalah tanda-tanda yang umum terjadi pada tanaman yang kekurangan nitrogen:
Daun Menguning (Klorosis): Daun yang lebih tua di bagian bawah tanaman biasanya menjadi kuning terlebih dahulu karena nitrogen bergerak dari daun tua ke daun muda. Klorosis ini terjadi karena kurangnya klorofil akibat nitrogen yang tidak mencukupi.
Pertumbuhan Terhambat: Tanaman yang kekurangan nitrogen akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan terbatas. Batang tanaman menjadi lebih pendek dan ramping, serta daun-daun baru yang tumbuh cenderung kecil.
Produksi Daun Sedikit: Tanaman dengan kekurangan nitrogen cenderung menghasilkan sedikit daun karena nitrogen merupakan unsur utama untuk perkembangan daun yang sehat. Hal ini juga mengurangi jumlah klorofil sehingga menghambat proses fotosintesis.
Warna Daun Pucat: Selain kuning, daun tanaman yang kekurangan nitrogen juga tampak pucat atau kusam. Ini menunjukkan tanaman mengalami kesulitan dalam memproduksi klorofil yang cukup untuk fotosintesis optimal.
Hasil Panen Berkurang: Kekurangan nitrogen menghambat pembentukan protein dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, yang akhirnya menurunkan hasil panen, seperti ukuran buah atau jumlah biji.
Daun Mengering dan Rontok: Pada tahap lanjut, daun yang kekurangan nitrogen bisa mengering dan akhirnya rontok. Hal ini terjadi karena tanaman memindahkan nitrogen dari daun tua ke bagian yang lebih muda untuk bertahan hidup.
Kecenderungan Warna Ungu atau Merah Muda pada Tanaman Tertentu: Pada beberapa jenis tanaman, kekurangan nitrogen bisa menyebabkan warna ungu atau merah muda di daun atau batang karena peningkatan pigmen antosianin akibat stres tanaman.
Gejala kekurangan nitrogen ini bisa sangat mirip dengan kekurangan unsur hara lain. Karena itu, penting untuk mendiagnosis kondisi tanaman secara hati-hati atau melakukan uji tanah untuk memastikan kebutuhan nutrisinya.
Kelebihan Nitrogen juga bisa berdampak negatif pada tanaman. Berikut adalah tanda-tanda yang biasanya muncul jika tanaman mendapatkan nitrogen berlebih:
Pertumbuhan Vegetatif yang Berlebihan: Tanaman akan tumbuh sangat subur dengan daun yang lebat, besar, dan hijau pekat. Namun, ini biasanya menghambat pembentukan bunga dan buah karena energi lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan daun.
Daun Berwarna Hijau Tua: Daun yang terlalu hijau menunjukkan bahwa tanaman menyimpan nitrogen dalam jumlah yang lebih dari yang diperlukan. Warna hijau tua ini mungkin tampak tidak alami dan sering disertai dengan kilau atau tampak sangat sehat pada permukaannya.
Tanaman Rentan terhadap Penyakit dan Hama: Kelebihan nitrogen membuat jaringan tanaman menjadi lunak dan kaya nutrisi, sehingga lebih mudah diserang oleh hama seperti kutu daun atau penyakit seperti jamur dan bakteri.
Batang Lemah dan Rapuh: Pertumbuhan yang berlebihan menyebabkan batang tidak cukup kuat untuk menahan daun atau bunga, sehingga mudah patah atau rebah, terutama pada tanaman seperti padi dan jagung.
Keterlambatan Pembungaan dan Pembentukan Buah: Kelebihan nitrogen menghambat hormon yang merangsang pembungaan dan pembentukan buah, sehingga tanaman bisa lambat berbunga atau menghasilkan buah dengan jumlah sedikit atau kualitas rendah.
Kerusakan pada Akar: Terlalu banyak nitrogen, terutama dalam bentuk amonium, bisa menghambat pertumbuhan akar atau menyebabkan kerusakan akar karena ketidakseimbangan dalam penyerapan nutrisi.
Sensitivitas terhadap Stres Lingkungan: Tanaman dengan kelebihan nitrogen sering kali lebih rentan terhadap stres lingkungan, seperti perubahan suhu atau kekeringan. Mereka tidak tahan terhadap kondisi ekstrem dan bisa cepat layu atau mati jika tidak terjaga dengan baik.
Penumpukan Garam pada Tanah: Pupuk nitrogen berlebih yang tidak terserap bisa tertinggal di tanah sebagai garam, yang dapat menyebabkan tanah menjadi lebih asam dan memengaruhi mikroorganisme tanah yang bermanfaat. Ini juga bisa menghambat penyerapan unsur hara lain.
Mengelola pemupukan nitrogen dengan tepat adalah penting untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan tanaman. Tanaman yang mendapatkan nitrogen dalam jumlah yang tepat akan tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang optimal tanpa mengalami masalah akibat kekurangan atau kelebihan nitrogen.


Komentar
Posting Komentar